"terlalu sayang untuk dilupakan" itu kata yang saya lukiskan hingga lahirlah blog ini berbagai artikel yang memacu semangat saya untuk selalu belajar. banyak hal yang membentuk sifat dan karater manusia. ilmu pengetahuan yang tercecer dimana-mana bisa kita ambil dengan gratis tanpa harus membayar banyak pengalaman orang disekitar kita dan yang kita alami sendiri. tahapan demi tahapan berjalan sesuai kedewasan kita menyikapi ilmu.

Rabu, 02 Desember 2009

Petualang Sang Jiwa Pemimpin berasal dari sini


Kenapa kami suka bahkan bisa dibilang jatuh cinta pada kegiatan OUTDOOR? Disini kami bukan melakukan hal-hal ini hanya semata-mata untuk hobi atau mencari kepuasan batin atau cenderung karena melambangkan kegagahan?? killing time, May be? atau hanya pelarian kami saja?? Whose knows?? Just me n My self knowing the answer !!



Terlepas dari Adjustment orang-orang tentang kami, yang jelas ketika kami melakukan kegiatan outdoor , seperti mendaki gunung, susur Gua, Panjat tebing, arung jeram, atau hanya sebatas pergi kehutan untuk bermalam di sana (camping), semua itu murni kami lakukan dengan Enjoy, tanpa beban dan pikiran yang aneh-aneh. Sebuah energy kepuasan mengaliri jiwa kami, ketika kami melakukan perjalanan sambil bersenda gurau bersama saudara-saudara kami. apalagi ketika malam menjelang, dan kami harus menghentikan perjalanan kami untuk membangun Base Camp istirahat tentunya. Hal inilah yang paling kami nanti-nantikan. Semua penat dan rasa cape’ hilang sekejap, ketika kami duduk bersama, melingkari api unggun di tengah belantara. Ketika kami mencurahkan semua isi hati kami untuk saling berbagi dan bercerita ditemani Rokok di tangan kanan dan secangkir kopi wangi di tangan kiri.

Sebuah kebersamaan yang indah yang dapat terjalin di antara kami.

Uh…..apalagi ketika acara makan bersama, itu adalah bagian favorite kami. Sebuah hal sederhana namun penuh arti bagi kami, yang jarang bisa kami lakukan dengan orang lain diluar komuitas kami. Dengan selembar daun pisang yang masih muda, kami menata nasi , sayur, lauk di atasnya. Semua menjadi satu, walaupun terkadang kami malas untuk melihat bentuknya yang acak-acakan, nggak karuan modelnya dan “enggak” banget untuk memakannya. Tapi bukan itu yang ada dipikiran kami. Kami justru semakin bersemangat untuk segera duduk melingkari daun pisang yang berisi makanan tersebut, mengatur posisi, bahkan terkedang harus sampai memiringkan badan segala. Nggak tahu juga, apa sih yang enak dari hal itu? Yang jelas, yang ada saat itu hanya saling berebut makanan atau makan dengan cepat supaya nggak kehabisan jatah atau bahkan hanya tersenyum-senyum sendiri melihat tingkah dan cara makan saudara-saudara kami yang lain. Yaa….. itulah Esensinya !! yang membuat kami ke- CANDUAN untuk melakukan sebuah kegiatan outdoor bersama, bahkan dari hal-hal tersebut kadang menina-bobokan kami dan membuat kami lupa pada berbagai macam kewajiban yang sudah menunggu kami diluar sana.

Mungkin memang benar ketika memikirkan lebih jauh tentang berbagai asumsi yang ada. Ketika seorang CAVER rela berada berjam-jam di tengah Gua yang Gelap, ditemani gemercik air dan berbagai biota-biota gua yang nggak jelas apa itu, hanya untuk mendapatkan sebuah sensasi kepuasan dalam batin. Ketika seorang CLiMBER rela berkali-kali bangkit untuk mencoba memanjat dan memanjat tebing lagi, untuk mencapai titik tertinggi yang dia angankan. Ketika seorang PENDAKI rela mengobankan nyawa demi cintanya pada obsesi menapakkan kakinya di sebuah puncak gunung. Dan ketika KAMI Rela mengikuti serangkaian kegiatan pendidikan dasar yang cukup panjang prosesnya dan menguras habis tenaga kami, hanya untuk mendapatkan sebuah arti “PERSAUDARAAN”

Ya, Tak bisa kami pungkiri, disinilah tempat kami, disinilah hidup kami, dan disinilah cerita tentang kami bermula….

Saudaraku di WAPALHI

0 komentar:

Posting Komentar